Sabtu, 18 Februari 2017
Selasa, 13 September 2016
Hilang
Aku mencari hingga lupa diri
Aku menggali, terkubur dan mati
Aku terbang dan hilang
Aku menyelam tenggelam
Aku tak tahu lagi dimana diriku
Aku tersesat dan tak mampu kembali
Aku hilang kendali
Senin, 12 September 2016
Husnudzon pada Sesama Muslim
Salah satu nasehat ustadz yang menurut saya sangat susah untuk dilaksanakan adalah keharusan berbaik sangka pada sesama muslim. Baik sangka atau husnudzon pada sesama muslim adalah sebuah kunci dalam bermuamalah. Baik sangka, tak hanya bermanfaat bagi dia, orang yang kita sangka dengan baik, tapi paling utama manfaatnya adalah bagi diri kita sendiri.
Hm, mudahnya mata, hati, dan lisan ini memberikan 'judgement' yang sering kali lebih mengarah pada sesuatu yang negatif atau su'udzon, berburuk sangka. Lihat si A begini kita berpikir jelek, dengar si B begitu, langsung mikir yang enggak-enggak. Bahkan terkadang cuma baca status di Facebook seseorang kita langsung baper, mewek, dan mengatakan si X bla bla bla lalu kita bikin status tandingan sebagai balasannya. Kamu gitu nggak? Kalo aku pernah banget gitu.
Kalau diri ini lagi waras, trus buka-buka lagi itu fb, ya Allah, aku ngapain sih kemaren? Nurutin emosi sampai ngono banget, gak karu-karuan. Trus manfaatnya apa coba. Ya kalo yang dia tulis itu buat aku, kalau bukan gimana coba? Berprasangka buruk saja sudah dosa, apalagi membalasnya dengan hal yang jelas-jelas gak baiknya. Benar memang apa kata Nabi, bahwa sebagian prasangka itu dosa. Lha wong di pengadilan aja, selama belum ada bukti yang memberatkan pelaku, berlaku asas praduga tak bersalah -maaf kalau salah istilah,maklum, bukan orang hukum, hanya seorang mak-mak rempong saja. Kita kok menghakimi Saudara kita dengan asumsi-asumsi kita sendiri yang kita gak tahu bener enggaknya.
Banyakin istighfar ya, jangan mikir yang enggak-enggak. Kita ini kan cuma manusia super biasa, mata cuma dua, telinga juga. Tapi kita punya mata hati. Asahlah ketajamannya. Arahkan pandangan mata hati ini hanya pada hal yang baik-baik, agar tak sempat mikir yang jelek-jelek. Paling tidak meminimalisasi yang jelek-jelek itu. Jika setidaknya sehari 100 kali berburuk sangka, maka kurangilah intensitasnya, sedikit demi sedikit. Ganti dengan berbaik sangka. Keburukan yang diiringi dengan kebaikan, insya Allah lama-lama akan terkubur oleh kebaikan. Gitu kan ya?
Ingat ya, jangan cuma mikir, tapi juga dzikir, agar nafsu dan makhluq jahat tak mudah menggelincirkan kita.
#menulisadalahmengingatkandirisendiri
#bukanorangbaiktapiberharapadayangtergerakuntukberbuatbaikdengantulisanini, kepedean ada yang baca apa?
#ngetagdirisendiriaja
Selamat Idul Adha 1437 Hijriyah
Taqobballahu minna waminkum
Selasa, 06 September 2016
Perempuan dan Uang
Ceritanya pulang kuliah perdana Auduting I. Dapat kata2 super dari bu dosen yanv ternyata ketika ditulis membuat tulisan utu berkembang sedemikian rupa sehingga berubah dari sebuah quote menjadi sebuah artikel dari seorang penulis amatir macam saya. Berikut tulisannya. Selamat membaca.
Quote of the night:
Wanita ga wajib mencari nafkah, tapi wanita wajib punya uang.
Itu bukan kataku, tapi kata dosenku lho ya.
Tapi kalau dipikir-pikir bener banget ya apa kata bu dosen. Buktinya wanita itu gampang stres kalau uang sedang menipis. Ga usah jauh-jauh nunjuk orang, aku sendiri lho gitu. Normal kan?
Kalau ga kerja uangnya dari mana?
Kalau belum menikah dan masih ada orang tua yang menafkahi, ya dari orang tua.
Kalau sudah menikah dan masih ada suami, ya berarti dari suami.
Kalau belum menikah tapi orang tua sudah tiada, atau ada tapi tak mampu memberi, ya kerja lah, apa saja, yang penting halalan thoyyiban, dalam batasan syariat.
Kalau sudah menikah, tapi sudah bercerai dan mantan suami tak menafkahi, atau suami meninggal, atau suami sakit, dan tak ada anak dan saudara yang menafkahi, ya kerja juga.
Kalau sudah menikah, suami menafkahi, merasa cukup dengan nafkahnya - dan harus merasa cukup - ya cukup-cukupinlah, atur strategi, gimana caranya biar dengan uang nafkah pemberian suami cukup untuk bertahan hidup sampai waktunya suami memberi nafkah lagi. Terlepas kita sebagai wanita bekerja atau tidak, intinya sama. Rasa cukup dengan pemberian Allah itu kan bisa dirasakan siapa saja, baik ibu bekerja maupun tidak.
Demi Allah ya, bukan jaminan ketika suami berpenghasilan tinggi, nafkah darinya juga banyak, istri juga bekerja dengan penghasilan yang tak sedikit, tak menjadi jaminan bahwa wanita tersebut merasa cukup. Kau tahu, wanita mudah sekali congkak, sombong, dengan uang yang ia hasilkan. Mudah baginya untuk mengungkit pemberiannya, kontribusinya, partisipasinya dalam keuangan rumah tangga. Saya bukan sekali dua kali mengalami hal ini. Dan semoga tidak terulang lagi.
Trus bagaimana cara mengatur keuangannya?
Mau istri bekerja atau tidak, intinya sama.
Pertama, sesuaikan pola, gaya, dan segalanya dengan keadaan finansial kita. Kita sebagai istri dan ibu, yang sekaligus adalah manajer keuangan, adalah yang paling tahu kondisi keuangan keluar kita. Kalau kata para penasihat macam perencana keuangan, harus dibuat skala prioritas.
Skala prioritas ini mirip lah dengan tingkatan hukum dalam agama islam. Ada yang wajib, sunnah, mubah, makruh, hingga haram.
Segala kewajiban yang harus dibayar, seperti hutang dan tagihan bulanan harus jadi prioritas nomor satu, jangan sampai malah tak terbayarkan karena uangnya terpakai untuk hal yang jelas-jelas tidak pokok. Tahu kenapa? Karena hutang akan ditagih hingga akhirat sana. Catat ya, ini poin yang amat sangat penting.
Kedua, tunai kan hak Allah. Jika sudah mencapai nishob, tunaikan zakat. Jika belum, jangan lupa bersedekah. Atau bagi yang zakatnya menunggu nishob selama seratahun, tetaplah bersedekah. Ambil setiap peluang yang datang untuk bersedekah. Dengan uang, tanaga, senyuman. Yakinlah, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik, lebih banyak, lebih berkah.
Catat. Iya catat. Ini serius. Catatan adalah sebuah bentuk pengendalian internal yang sangat efektif. Catat segala hutang, piutang, sumber pemasukan, segala pengeluaran. Buatlah anggaran, agar kita tahu persisi potensi keuangan dan kebutuhan keluarga kita.Pastikan semua pos keuangan telah masuk dalam anggaran keluarga, termasuk pos sedekah dan menabung. Sebagai manajer keuangan, membyat rencana adalah sebuah kewajiban. Kegagalan membyat rencana, katanya adalah sama dengan merencanakan kegagalan. Buatlah daftar belanja yang harus kita beli, juga berdasarkan prioritas. Sertakan waktu deadline atas rencana-rencana keuangan keluarga kita. Kalau sudah lalu apa? Hm, konsisten lah dengan apa yang sudah kita buat. Tetaplah keep right on the track. Evaluasilah kinerja kita atas setiap realisasi rencana tsb.
Tundalah kesenangan. Seleksi pengeluaran yang sifatnya senang-senang dan memerlukan biaya yang cukup besar. Nonton film di bioskop, kalau memang duit pas-pasan ga usah lah. Lagian juga lebih banyak mudhorotnya. Makan di restoran karena ingin membahagiakan anak-anak dan agar bisa selfi, wefie, trus bisa upload picture di medsos, padahal sebenernya duit cekak, ini juga ga usah pake banget. Naik mobil tiap hari biar gaya tapi sebenarnya ngos-ngosan buat beli bensin dan bayar tol, itu juga ga perlu.
Nyalon biar muka selalu kinclong, tapi sebenernya kantong lagi bolong, ya tinggalkan. Nyalon sendiri di rumah saja, biar hemat dan kulit tetao terawat. Ra sah kakean gaya, kalau kata orang jawa. Karena hidup itu sebenarnya sederhana. Kalau kita sudah mulai merasa hidup kita sulit, tak sederhana, ada baiknya kita introspeksi. Mungkin saja selama ini kita kakehan gaya.
Menunda kesenangan adalah ketrampilan sangat mendasar yang harus kita kuasai. Wajib. Bahkan tak hanya dalam urusan uang uang. Misalnya gini. Lagi asik facebookan, dengar adzan, ya tinggalin dulu lah itu Facebook, ambil air wudhu, segera update statusmu dihadapanNya. Menunda kesenagan juga perlu sekali ditanamkan pada anak sejak dini, agar dia tahu, tak semuanya didaoat dengan instan. Tak semuanya harus didapat sekarang.
Last but not least, jangan lupa bahagia. Sumber daya kita memang terbatas. Jadikan ini sebagai peluang dan tantangan bagi kita untuk membuktikan bahwa kita adalah manajer terbaik dan handal bagi keluarga kita.
That's all.
#selfnote
#biargangantukjadikenekpribadi
Kamis, 25 Agustus 2016
Belajar dari Keluarga Ibrahim
Kajian Orang Tua
Pertemuan kedua, tahun ajaran 2016/2017
Bertempat di Kuttab Al-Fatih Tangerang Selatan
Sabtu, 20 Agustus 2016
Pukul 08.45 - 10.30
Narasumber : Ustadz Akhmad Nizaruddin (Dewan Syariah Kuttab Tangerang Selatan)
🌷Belajar dari Keluarga Ibrahim🌷
🌺Dalam Al-Qur'an, Allah menyebut Ibrahim sebanyak 69 kali, lebih sedikit daripada Musa yang disebut sebanyak 103 kali.
Ibrahim disebut sebanyak 69 kali di dalam 25 surat dengan fragmen yang berbeda. Ada fragmen Ibrahim dengan ayahnya, fragmen Ibrahim dengan istrinya, fragmen Ibrahim ketika bertemu dengan malaikat, dll.
🎯Bagaimanakah sosok Ibrahim dalam keluarga?
Sosok Ibrahim dalam keluarga bisa kita lihat dalam Al-Qur'an Surah Ali Imron ayat 33.
"Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga 'Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing)."
Dalam ayat tersebut Allah menyebut Adam dan Nuh sebagai pribadi. Allah tak menyebut keluarganya karena keluarganya bermasalah. Anak Adam hasad, sehingga membunuh membunuh saudaranya. Sedangkan anak dan istri Nuh kafir.
Bahkan Allah menyebut perumpamaan istri yang kafir dengan istri Nuh dan Luth. Istri Nuh dan Luth tidak sebut disebut zauji/zaujah yang dalam bahasa Arab berarti istri. Istri Nuh dan Luth disebut dengan imroah, yang berarti perempuan, karena zauji/zaujah mengandung makna keserasian dan kesetaraan dalam iman.
Dalam ayat tersebut yang disebut keluarganya adalah Ibrahim dan Imron. Muhammad tidak disebut karena Muhammad termasuk dalam 'ala Ibrahim (keluarga Ibrahim).
Penyebutan Ibrahim dan Imron dalam Al-Qur'an adalah contoh yang lengkap, yaitu :
🎨Ibrahim adalah contoh keluarga dengan anak laki-laki
🎨Imron adalah keluarga dengan anak perempuan
⛳Ibrahim adalah contoh keluarga dengan poligami
⛳Imron adalah keluarga dengan monogami.
🏅Sifat-sifat yang Allah sebutkan tentang Ibrahim
Sifat-sifat Ibrahim sebagai pribadi sangat penting dipelajari karena karena langkah pertama untuk membentuk keluarga yang sholih adalah dengan ishlahun nafs, menjadi pribadi yang sholih.
Beberapa sifat yang Allah sebutkan tentang Ibrahim adalah sebagai berikut :
🎀1. Muhsin/Ihsan
Kedudukan muhsin lebih tinggi dibandingkan muslim dan mu'min. Ihsan artinya beribadah kepada Allah seakan-akan melihat Allah, dan
menghadirkan perasaan selalu dilihat Allah.
Sifat ihsan disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur'an Surah Ash-shofat : 105
sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
🎀2. Sholihin
Q. S. An-Nahl : 122.
"Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia. Dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh."
🎀3. Qonitan Lillah
Q. S. An-Nahl : 102
"Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan)."
🎀4. Siddiq : jujur
🎀5. Awwah : sering mengadu kepada Allah, bukan
manusia.
Q. S. Huud :75
"Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah. "
🎀6. Halim : penyabar, tidak mudah marah
Betapa sabarnya Nabi Ibrahim sehingga beliau ingin agar azab/hukuman atas kaumnya bisa ditunda.
🎀7. Hanifah : lurus
Q. S. An-Nahl : 120
"Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan)."
🎀8. Khullah / Khalila : perasaan cinta yang tidak ada kekurangan, perasaan cinta yang paling tinggi.
Ibrahim dan Muhammad adalah kholilullah
🎀9. Ummah
Q. S. An-Nahl : 120
Ibrahim disebut sebagai ummah karena pada saat itu, saat semua orang kafir, hanya Ibrahim dan istrinya yang beriman kepada Allah dan juga karena kualitas dirinya. Kualitas beliau yang seorang diri setara dengan kualitas ummat secara keseluruhan. Tapi sekarang seorang muslim saja tidak dapat memenuhi kualitas dirinya sebagai pribadi. Kualitasnya sebagai pribadi seorang muslim jika diukur mungkin hanya setengah atau seperempatnya saja. Inilah sebuah kemunduran umat muslim.
🆘Bagaimanakah kualitas seorang muslim yang sesungguhnya?
Kualitas seorang muslim disebutkan oleh Allah dalam Al-Qur'an Surah Adz-Dzariyat ayat 56
"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku."
Seorang muslim adalah yang seluruh hidupnya adalah ibadah. Kerjanya, belajarnya, muamalahnya, politiknya, adalah dalam rangka ibadah kepada Allah. Seorang muslim tidak mengambil islam sepotong - sepotong.
💞Pelajaran yang bisa diambil dari Keluarga Ibrahim💞
❗1. At Tadhiyah ash-shohihoh (pengorbanan yang benar)
Pengorbanan beliau untuk Allah sangat besar. Beliau berhijrah berkali-kali dari satu negeri ke negeri yang lain. Dari Iraq, Mesir, Syam hingga Mekkah. Beliau menanti buah hati begitu lama, dan ketika buah hatinya telah lahir, Allah perintahkan beliau untuk meletakkan dan meninggalkannya di negeri yang gersang dan tandus. Ketika anaknya mulai tumbuh, kemudian Allah perintahkan kepada beliau untuk menyembelihnya. Sungguh, dari Ibrahim kita belajar untuk selalu siap mengorbankan segala sesuatu karena dan untuk Allah.
❗2. Mahabbah
Apapun yang kita miliki jangan sampai mengalahkan cinta kita kepada Allah subhana wata'ala.
❗3. Sur'atul istijaban
Nabi Ibrahim adalah sosok yang cepat merespon panggilan Allah SWT, tidak menunda-nunda.
❗4. Banyak mendoakan keluarga
Doa orang tua untuk anak adalah doa yang makbul. Ketika Ibrahim meninggalkan Hajar dan Ismail di padang nan gersang, Ibrahim berdoa kepada Allah dengan urutan prioritas. Kala itu Ibrahim hanya meninggalkan bekal sekantung air dan sekantung kurma.
Doa Ibrahim diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur'an Surah Ibrahim (14) ayat 35-41:
⚠" Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala."
Dalam proses mendidik anak, dibutuhkan lingkungan yang kondusif/mendukung, aman. Proses mendidik anak tak akan berjalan sesuai harapan jika lingkungannya tidak mendukung.
⚠" Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Nabi Ibrahim berdoa agar anak keturunannya dijauhkan dari penyembahan berhala. Namun pada yang menyembah berhala, beliau serahkan sepenuhnya kepada Allah.
⚠"Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur."
Nabi Ibrahim berdoa agar Ismail disukai karena akhlaqnya. Sedangkan akhlaq adalah buah dari Aqidah dan ibadah.
Nabi Ibrahim juga mendoakan akan Allah menumbuhkan buah-buahan, yang artinya memohonkan rezeki agar keturunannya bersyukur. Tidak seperti manusia zaman sekarang, yang menjadikan dunia sebagai tujuan. Sedangkan doa Ibrahim adalah agar keturunannya menjadi orang-orang yang bersyukur. Kita diperkenankan meminta dunia agar kita semakin bersyukur, semakin banyak beramal ibadah. Misal meminta mobil pada Allah agar bisa mengikuti kajian di tempat yang jauh.
Meskipun Mekah saat itu benar-benar gersang dan tandus, meminta buah-buahan bukanlah doa yang pertama diucapkan oleh Ibrahim,tidak seperti apa yang kita pikirkan sekarang jika mengalami kondisi seperti Ibrahim.
⚠"Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit."
⚠"Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit."
⚠"Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) do'a."
⚠"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap mendirikan sholat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku (itu)."
Ibrahim berdoa agar anak keturunannya adalah orang yang tetap mendirikan sholat, dengan terlebih dahulu berdoa untuk dirinya. Hal ini mengajarkan pada kita akan pentingnya keteladanan dalam mendidik anak. Jika kita sebagai orang tua memberikan contoh yang baik, maka anak cucu kita akan mengikuti.
⚠"Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mu'min pada hari terjadinya hisab (hari kiamat). "
Nabi Ibrahim selalu mendoakan orang tuanya, meskipun orang tuanya adalah orang kafir yang menyembah berhala, sampai turun larangan dari Allah untuk mendoakan orang kafir.
Ketika telah selesai membangun ka'bah bersama Ismail, Nabi Ibrahim juga berdoa. Doanya diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 126.
⚠"Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berdoa : "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman, dan berikanlah rezeki kepada penduduknya dari (berbagai macam) buah-buahan, (yaitu penduduknya) yang beriman diantara mereka kepada Allah dan harinkemudian." Allah berfirman : "Dan siapa yang kafir maka Aku beri kesenangan smentara, kemudian aku memaksanya menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali."
Ayat ini mengajarkan kita agar tak berhenti mendoakan anak-anak kita dan orang-orang beriman.
❗5. Tidak berputus asa
Saat Hajar berlari-lari kecil dari bukit Shafa ke Bukit Marwah selama tujuh kali bolak-balik untuk mencari sumber air, hal ini mengajarkan kita agar tidak berputus asa dari rahmat Allah meskipun akhirnya sumber mata air justru memancar dari kaki Ismail.
❗6.Ikatan yang kuat antara ayah dan anak.
Ibrahim memanggil Ismail dengan panggilan kesayangan, ya bunayya.
Ismail memanggil ibrahim dengan ya Abati, yang dalam bahasa Arab artinya lebih dekat dibandingkan ya abi..
⁉Kisah Ibrahim dan istri Ismail
Suatu hari Nabi Ibrahim datang ke mekkah untuk menemui Ismail. Saat itu Ismail sesang tidak ada di rumah dan hanya ada istri Ismail. Ibrahim bertanya kepada istri Ismail, "Bagaimana kehidupan dan keadaanmu?"
"Kami dalam kondisi buruk. Kami dalam kesusahan dan kesulitan."
Usai mendengarkan penuturan menantunya, Ibrahim berpesan, "Tolong sampaikan salamku kepada suamimu. Katakan kepadanya agar mengganti palang pintu."
Saat ismail pulang, Ismail merasakan ada tanda bekas bertamu di rumahnya. Ismail bertanya kepada istrinya, adakah yang datang bertamu. Istrinya llau bercerita," tadi ada seorang tua yang datang. Ia bertanya tentang engkau dan aku kabarkan kepadanya. Dia juga bertanya tentang kehidupan kita dan aku katakan kepadanya dan bahwa sesungguhnya kita berada dalam kesulitan dan kesusahan. Dia menitip salam untukmu dan mengatakan agar engkau mengganti palang pintu rumahmu."
Maka Ismail pun berkata : "Dia adalah ayahku, dan engkaulah yang dimaksud dengan palang pintu itu."
Kemudian ismail menceraikan istrinya.
Kemudian Ismail menikah dengan wanita yang lain.
Ibeahim datamg lagi di waktu yang lain dan Ismail sedang tidak berada di rumah. Ibrahim meneumui istri Ismail dan bertanya tentang keadaan mereka. Sang istri berkata :" Kami baik-baik saja dan berkecukupan. "
Ibrahimpun pamit dan berpesan, Sampaikan salamku pada suamimu. Sampaikan pula agar ia menguatkan palang pintunya."
Saat Ismail pulang, sang istri mencerikan tentang kedatangan tamunya. Lalu Ismail berkata : Dia adalah ayahku dan engkau adalah palang pintu itu. Ia memerintahkan agar aku tetap mempertahankanmu sebagai istri.
Ibrahim, begitu juga sifat-sifatnya.
🎀7. Memohonkan perlindungan untuk anak cucu dan keturunannya
Nabi Ibrahim selalu memohonkan perlindungan untuk anaknya. Hal ini juga dicontohkan oleh Rasululllah yang memohonkan perlindungan untuk Hasan dan Husein.
✅"Nabi shallahu 'alaihi wasallam biasa memohonkan perlindunganuntuk Al-Hasan dan Al-Husein (dua cucu beliau) dan berkata : " Sesungguhnya nenek moyang kamu pernahmemohonkan perlindungan untuk Isma' il dan Ishhaq dengan kalimat ini :"'audzubillahit taammati min kulli syaithaani wa hammatin wa min kulli 'ainin laammah" (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurnadari setiap setan dan segala makhluq berbisa dan begitupun dari setiap mata jahat yang mendatangkan petaka. "✅
Secara fisik Rasulullah sangat mirip dengan Ibrahim, begitu pula dengan sifat-sifatnya. Sementara Abu bakar sifatnya seperti Nabi Isa yang pemaaf, dan Umar seperti Nabi Nuh.
Nabi nuh berdakwah selama 950 tahun. Beliau bahkan melihat kaumnya yang ingkar hingga beranak cucu, bahkan cicit yang juga ingkar. Sehingga Nuh berkesimpulan bahwa orang kafir tidaklah melahirkan kecuali kafir.
❓Sesi tanya jawab (yang terekam hanya jawaban sekilas)
🔸1. Mengukur manusia, siapapun dia adalah dengan Al-Qur'an dan sunnah,termasuk yang mengaku ulama.
Jika sesuai dengan Al-Qur'an dan sunnah, kita ikuti. Jika tidak sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah kita tinggalkan.
🔸2.Tidak semua masalah adalah adalah pokok agama yang jika kita berbeda dalam memandangnya tak berarti kita meninggalkan agama.
🔸3. Di Indonesia ada MUI yang mempunyai otoritas untuk mengeluarkan fatwa atas suatu persoalan.
Di luar negeri ada mufti-mufti, misal Syaikh Utsaimin di Arab Saudi dan Syaikh Yusuf Qardhawi di Mesir. Tapi tidak semua fatwa mereka bisa diikuti karena kondisi di negeri kita yang berbeda dengan di negeri mufti tsb.
🔸4. Tidak ada alasan bagi orang di zaman sekarang ini beralasan tidak ada rasul yanh diutus kepadanya karena Allah telah mengutus Rasulullah sebagai rasul penutup hingga akhir zaman.
📝Resume ditulis oleh Ummu Afifah (walisantri Kuttab Awal 2B, Kuttab Al-Fatih Tangerang Selatan) 📝
Barokallahu fiikum jami'an
Semoga bermanfaat
#alhamdulillah, akhirnya selesai sudah proyek bikin resume pekan ini. Dibaca lho ya, udah ditulis panjang2 juga. Awas lho kalo ga pada baca.. :)
Rabu, 20 Juli 2016
Milk Cleanser
This is a little review of my skin care product..
Dengan umur yang tak bisa dibilang belia, wajah saya mudah sekali jerawatan. Dulu sewaktu masih single, wajah ini memang sudah berjerawat, tapi tak separah sekarang. Dulu hanya sedikit, dan ahanya di bagian pipi sebelah kiri. Kalo jerawat punggung banyak, karena termasuk yang mudah berkeringat. Namun setrlah menikah dan punya anak, jerawat punggung alhamdulillah benar-benar pergi dan tak kembali entah kemana. Tapi jerawat di wajah makin membanyak saja. Tak hanya si pipi sebelah kiri, tapi kuga menyebar ke pipi kanan, dahi, dagu dll. Herannya tambah anak malah tambah jerawat, apalagi saat menjelang haidh. Padahal saya kira saat usia bertambah, jerawat ini akan hilang dengan sendirinya. Eh ternyata malah semakin akrab dengan jerawat yang suka sekali nongol di wajahku nan hitam manis ini.. Xixixixi, muji diri sendiri boleh kan ya.
Padahal kalau saya amati, jumlah minyak di wajah sudah jauh berkurang di usiaku yang tiga puluhan. Dulu waktu usia dua puluhan, wajah begutu berminyak mengkilap, tapi jerawat sedikit. Sekarang minya sedikit, tapi jerawat nambah banyak.
Yang paling bikin galau itu kalau jerawat udah mulai sembuh, bekasnya bisa bertahan lama dengan fleknya, eh sudah nongol jerawat baru lagi. Mana kadang-kadang jerawat ini selain meninggalkan flek juga meninggalkan semacam lubang kecil di wajah yang membuat diriku suka ga pede kalau dilihat dari jarak dekat, terutama oleh mas misua tercinta. Ya sudahlah, sampe sekarang belum tahu cara mengatasi jerawat dan bekasnya. Eh tapi kalo untuk mencegahnya aku ada sedikit tips..
Sepengalamanku sih ya, jerawat itu numbuh kalau kita ga menjaga kebersihan kulit kita, terutama kulit wajah. Kotoran yang menempel di wajah akan menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat. Maka dari itu, kita harus rajin menjaga kebersihan wajah kita. Apalagi buat yang berdomisili dan bermobilisasi di kota seperti jakarta dan sekitarnya. Tingkat polusi yang tinggi semakin membuat wajah kita mudah kotor. Asap knalpot, asap rokok, debu jalanan, sisa keringat dll adalah contoh kotoran yang akan membuat wajah kita kotor. Bahkan sel kulit mati pun konon kalau tak dibersihkan juga akan menyumbat pori-pori kulit. Makanya kita harus rajin mandi, karena kulit kita dalam sehari syahid dan berganti dua kali dalam sehari.
Oia, kalau untuk membersihkan wajah, saya pakai milk cleanser. Paling sering saya pakai milk cleanser dari viva. Pernah juga coba dari Mustika Ratu dan juga Sari ayu. Semuanya enak kok. Ngangkat kotoran banget. Apalagi buat wajahku yang entah kenapa mudah banget berdaki.Kalau habis pakai milk cleanser itu, kapasnya langsung terlihat hitam karena daki-daki yang terangkat. Entah dari mana pula itu si daki datang. Apalagi di bagian leher. Pakainya kapas ya, lebih ngangkat kotoran dibandingkan tissue.
Berapa harganya? Murah, malah mungkin bagi sebagian orang murah bingit. Dari semua produk milk cleanser yang saya tahu, viva adalah yang paling murah. Variannya yang saya tahu ada yang cucumber sama bengkoang. Yang sekarang saya punya adalah yang bengkoang. Milk clenser viva teksturnya lebih creamy dibandingkan milk clenser sari ayu. Dua-duanya saya suka.. Karena sudah merasakan manfaatnya. Cara pakainya gampang kok. Tuang sedikit di telapak tangan, oleskan di beberaoa titik wajah, lalu ratakan dan berikan pijatan ringan. Sambil bersihin wajah juga memberikan pijatan ringan di seluruh wajah, sehingga peredaran darah di wajah pun lancar. Setelahnya, angkat kotoran dengan kapas atau tissue.
Saat ini saya cuma punya pic viva bengkoang dan kapas dengan daki yang terangkat. Yang lain menyusul kalau ingat, hehehe..
Orang bermasalah
Kalau kamu pernah ngalamin itu, berarti kamu sama dong sama aku.. Hihi, trua kenapa lagi kalo sama. It means it's normal. Bisa jadi kita memang aneh bagi orang itu sehingga dia pun bersikap aneh, atau orang itu memang orang unik. Coba lakukan survey kecil-kecilan, kalau 9 dari sepuluh orang yang kenal dia memberikan respon yang negatif atau kurang lebih sama dengan penilaian kita, itu artinya kita tidak perlu risau. Kita pasti punya salah atau ada hal yang tidak disukai orang lain, tapi tak perlu over. Tak perlu cemas berlebihan. Tetap tenang. Kita memang tak bisa membuat semua orang suka pada kita. Lha.. Nabi Muhammad saw saja yang maksum, begitu banyak yang memusuhinya, apalagi kita. Keep calm, terus perbaiki diri, dan tetaplah Allah sebagai orientasi, bukan manusia. Karena menuruti manusia itu banyak macamnya..
Bingung ya bacanya, sama:)
Ya gitu deh..
Yang penting nulis..